LayarHijau.com – Sekuel yang telah lama dinantikan dari Princess Agents (Princess Agents Season 2) akhirnya resmi tayang pada 8 April 2026 dengan judul Rebirth (冰湖重生). Drama ini hadir hampir sembilan tahun setelah versi original berakhir dengan cliffhanger ikonik di danau es, dan kini melanjutkan langsung cerita yang sempat menggantung tersebut.
Dalam versi terbaru ini, karakter Chu Qiao tidak lagi diperankan oleh Zhao Liying, melainkan oleh Huangyang Tiantian—aktris yang menariknya pernah memerankan versi muda karakter yang sama di drama 2017. Sementara itu, tokoh pria utama kini dibawakan oleh Li Yunrui, didampingi Zhang Kangle dan jajaran pemain baru lainnya. Pergantian total pemain ini menjadi salah satu perubahan paling mencolok dibanding versi sebelumnya.
Sebagai lanjutan langsung, Rebirth membuka cerita dari adegan akhir yang selama ini menjadi perdebatan di kalangan penonton. Nasib karakter yang sebelumnya tidak jelas kini mulai diungkap, sekaligus membawa konflik baru yang lebih luas.
Namun di balik kembalinya cerita ini ke layar, ada sejarah panjang yang tidak bisa dilepaskan, yaitu kasus plagiarisme yang menimpa novel aslinya, 11处特工皇妃 (Special Agent Consort from Division 11) karya Xiao Xiang Dong Er.
Sejak 2015, novel ini sudah menuai tuduhan menjiplak dari sejumlah penulis lain. Tuduhan paling serius datang dari Xiao Ruse, penulis novel Novoland: Pearl Eclipse. Ia menilai bahwa beberapa bagian dalam 11处特工皇妃 memiliki kemiripan dengan karyanya, tidak hanya dari segi ide, tetapi juga pada cara penulisan, termasuk deskripsi adegan dan struktur narasi.
Pada tahun yang sama, Xiao Xiang Dong Er sempat mengakui adanya bagian bermasalah dalam novelnya dan menyatakan akan melakukan revisi. Namun ketika Princess Agents (Princess Agents Season 2) tayang pada 2017 dan meraih popularitas besar, kontroversi tersebut kembali mencuat dan akhirnya dibawa ke jalur hukum.
Gugatan resmi diajukan pada 2018 oleh Xiao Ruse ke Pengadilan Distrik Chaoyang di Beijing. Setelah melalui proses panjang, pengadilan menjatuhkan putusan pada 2020 yang menyatakan bahwa 11处特工皇妃 terbukti melakukan plagiarisme, tetapi hanya pada sebagian konten.
Dalam putusan tersebut, pengadilan menemukan sekitar 15 hingga 17 bagian teks yang memiliki kemiripan substansial pada level ekspresi, seperti detail deskripsi dan penyusunan adegan. Artinya, yang dianggap melanggar bukan ide cerita secara keseluruhan, melainkan cara penulis mengekspresikan bagian-bagian tertentu.
Sebagai konsekuensi, Xiao Xiang Dong Er diwajibkan untuk menghapus atau merevisi bagian yang melanggar, menyampaikan permintaan maaf secara publik, serta membayar ganti rugi sekitar 50.000 yuan (sekitar Rp112, 5 juta) kepada Xiao Ruse. Selain itu, versi novel yang belum diperbaiki tidak boleh lagi diterbitkan.
Namun, yang menjadi kunci dari kasus ini adalah bahwa pengadilan tidak membatalkan seluruh karya. Hak cipta atas bagian yang dianggap orisinal tetap diakui, dan tidak ada larangan untuk mengadaptasi atau melanjutkan cerita tersebut dalam bentuk lain.
Dengan kata lain, yang dianggap melanggar hanyalah sebagian kecil dari isi cerita, bukan keseluruhan karya. Setelah bagian tersebut dihapus atau diubah, sisa cerita masih sah secara hukum untuk digunakan.
Hal inilah yang kemudian membuka jalan bagi kelanjutan IP ini. Dengan basis penggemar besar sejak 2017 dan cerita yang belum selesai, produksi sekuel seperti Rebirth tetap dapat dilakukan selama tidak lagi menggunakan bagian yang bermasalah secara hukum.
Kini, dengan Rebirth yang sedang tayang dan mulai menjawab misteri lama, perjalanan panjang dari kontroversi hukum hingga kelanjutan cerita akhirnya mencapai babak baru yang selama ini dinantikan penonton.









