Posted in

Drama Pachinko: Nasib Orang Korea di Jepang Dulu dan Sekarang

Bagikan

Wawancara New York Times dengan Min Jin Lee diterjemahkan oleh Courrier Japan. Sebuah kolom opini dimuat Newsweek Japan dan membahas kisah dalam novel itu untuk para pembaca Jepang yang tidak familiar dengan sejarah yang asli. Setelah itu, artikel opini itu menyamakan kisah yang dialami Sunja itu dengan pengalaman imigran lain dan diskriminasi yang mereka alami di seluruh dunia.

Hanya sedikit media besar di Jepang yang membahas novel itu dan serial di Apple TV+. Hanya ada satu artikel yang membahas masalah seperti wanita penghibur dalam serial itu. Sedangkan beberapa netizen Jepang di Facebook menuding serial itu sebagai anti Jepang.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Di luar semuanya itu, cerita dalam serial ini bukanlah hanya kisah mengenang penderitaan selama penjajahan Jepang atau untuk mencari simpati. Tapi kisah ini adalah penggambaran kegigihan manusia dalam melawan penderitaan dari awal hingga akhir. Hal ini salah satunya diperlihatkan dengan para pemeran drama yang menari di ruang pachinko diselingi dengan video arsip, seolah merupakan bentuk perlawanan dan usaha untuk mempertahankan identitas mereka sebagai orang Korea di tengah diskriminasi dan tekanan.

Min Jin Lee menekankan kesamaan sentimen anti Korea yang dihadapi warga Korea di Jepang dan di AS. Itulah inspirasinya untuk menulis Pachinko setelah belajar sejarah di balik novel itu di Yale.

Daripada beranggapan jika hidup akan lebih baik jika mereka berada di tempat lain, para karakter dalam cerita memegang teguh identitas mereka sebagai orang Korea yang tinggal di Jepang. Akhirnya, Solomon memilih untuk tidak tinggal di AS. Sedangkan Sunja memilih tetap hidup di Jepang sekalipun semakin terisolasi seiring dengan bertambahnya usia. Dia kembali ke Korea setelah percakapannya dengan Geum-ja.

Dalam kutipan editorial Newsweek Japan, Min Jin Lee menekankan jika masyarakat Jepang saat ini tidak bertanggung jawab terhadap masa lalu leluhur mereka. Yang bisa kita lakukan adalah memahami sejarah dan hidup dengan jujur di masa kini. Pada akhirnya, hanya dengan mendengarkan dan memahami kita bisa berusaha mengubah siklus diskriminasi yang ada saat ini. Pemahaman akan menjadi sebuah langkah penting dalam perjalanan ini.

Sumber: Slate.com

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *