LayarHijau.com – Aktris dan penyanyi Korea Selatan Nana, mantan anggota grup After School, menerima gelombang dukungan besar dari publik setelah dirinya dan sang ibu menjadi korban percobaan perampokan bersenjata di rumah mereka di Guri, Provinsi Gyeonggi.
Pada 16 November, Kepolisian Guri mengungkap bahwa seorang pria berusia 30-an, A, telah ditangkap atas dugaan percobaan perampokan dengan senjata. Pelaku disebut memasuki sebuah vila mewah di kawasan Acheon-dong sekitar pukul 06.00 pagi sambil membawa senjata tajam dan menuntut uang dari penghuni rumah.
Saat kejadian, Nana dan ibunya tengah berada di dalam rumah. Keduanya melakukan perlawanan hingga berhasil melumpuhkan pelaku sebelum segera menghubungi polisi. Ketika petugas tiba, pelaku ditemukan terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Agensi Sublime sebelumnya merilis pernyataan resmi:
“Pada dini hari tadi, terjadi sebuah insiden di mana seorang perampok bersenjata tajam masuk ke kediaman Nana.”
Mereka melanjutkan, “Pelaku masuk ke rumah sambil membawa senjata tajam. Situasi tersebut sangat berbahaya dan dapat menimbulkan ancaman serius bagi Nana dan ibunya.”
Agensi juga menjelaskan kondisi cedera keluarga Nana. “Karena serangan fisik pelaku, ibu Nana mengalami luka serius hingga sempat kehilangan kesadaran. Nana juga mengalami cedera fisik saat berusaha keluar dari situasi berbahaya tersebut. Saat ini, keduanya membutuhkan perawatan dan istirahat total.”
Sublime menegaskan bahwa detail kejadian tidak dapat diungkap lebih jauh karena masih dalam tahap penyelidikan polisi.
Kabar ini langsung memicu gelombang simpati dari para netizen Korea. Di komunitas daring dan platform media sosial, komentar penuh dukungan berdatangan dari berbagai kalangan.
Komentar yang beredar di antaranya:
“Semoga Nana dan ibunya cepat pulih”
“Dia sungguh kuat—semoga mendapatkan perlindungan yang layak”
“Menghadapi pelaku bersenjata bukan hal mudah, aku berharap mereka mendapat pemulihan mental dan fisik yang menyeluruh”
Di samping dukungan, banyak warganet mengecam tindakan pelaku dan berharap ia dihukum setegas-tegasnya. Banyak pula yang menyoroti betapa traumatisnya insiden ini, terutama karena terjadi di rumah pribadi—ruang yang seharusnya paling aman.
Gelombang dukungan ini terus bertambah, menunjukkan besarnya kepedulian publik terhadap kondisi Nana dan sang ibu di tengah masa pemulihan mereka.










