LayarHijau.com – Konflik antara Ju Jingyi dan agensinya, Shanghai Siba Culture Media Group (Siba Media), semakin terbuka di publik. Perseteruan ini memicu perhatian banyak penggemar setelah kedua pihak sama-sama menyampaikan pernyataan resmi melalui media sosial dan kuasa hukumnya. Isu utama yang menjadi sorotan adalah kontrak eksklusif, pendapatan, dan tudingan perlakuan tidak adil terhadap artis.
Pada 16 Desember, Siba Media melalui akun Weibo resmi @丝芭传媒 merilis pernyataan yang menegaskan bahwa berbagai klaim terkait penghasilan rendah, tidak adanya pembagian keuntungan, serta dugaan eksploitasi jangka panjang yang disampaikan Ju Jingyi tidak sesuai fakta.

Siba Media mengungkapkan bahwa perusahaan telah menginvestasikan lebih dari 160 juta yuan untuk mendukung perkembangan karier solo Ju Jingyi, khususnya dalam jalur akting dan proyek film setelah ia keluar dari grup. Hingga Mei 2024, total pembayaran yang dilakukan kepada Ju Jingyi mencapai 139.044.543,5 yuan sebelum pajak (sekitar Rp300 miliar), semua tercatat dengan bukti tanda terima resmi. Selain itu, Ju Jingyi menerima penghasilan tetap sebesar 250 ribu yuan per bulan sebelum pajak, serta fasilitas penunjang seperti sopir pribadi, mobil van khusus, dan apartemen mewah di Shanghai.
Siba Media menegaskan bahwa seluruh pembayaran tersebut telah dipotong dan disetorkan pajaknya sesuai hukum, serta siap menghadapi pemeriksaan pajak. Perusahaan juga menambahkan bahwa jika terdapat penghasilan lain di luar yang dilaporkan, hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab mereka.
Konflik terbuka antara Ju Jingyi dan agensinya di media sosial ini dipicu oleh langkah Siba Media. Baru-baru ini, berdasarkan dokumen pengadilan yang terungkap ke publik, Siba Media menggugat New Vision Magazine dan Boutique Shopping Guide Newspaper atas dugaan pelanggaran hak cipta. Perusahaan menuntut penghapusan semua majalah dan konten promosi yang memuat nama dan citra Ju Jingyi, serta meminta ganti rugi sebesar 300.000 yuan.
Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa sejak 16 Agustus 2013, Siba Media menandatangani kontrak artis eksklusif dengan Ju Jingyi, yang kemudian diperkuat melalui perjanjian tambahan pada 10 September 2018. Perjanjian ini menegaskan Siba Media sebagai satu-satunya perusahaan manajemen eksklusif Ju Jingyi, serta memiliki hak penggunaan eksklusif atas nama, citra, potret, dan suara artis hingga 15 Agustus 2033. Selama masa kontrak, Siba Media menilai pihak majalah telah bekerja sama dengan Ju Jingyi tanpa izin, sehingga menggugat pihak tersebut.

Menanggapi gugatan ini, pihak studio Ju Jingyi menyatakan bahwa kontrak eksklusif Ju Jingyi dengan Siba Media telah berakhir pada 15 Juni 2024. Mereka menuding Siba Media melakukan pelanggaran kontrak berkali-kali dan memalsukan perjanjian tambahan, sehingga Ju Jingyi secara sah mengakhiri kontrak pada tanggal tersebut. Studio juga menegaskan bahwa semua kerja sama setelah 15 Juni 2024 telah disetujui dan ditandatangani langsung oleh Ju Jingyi, sah secara hukum, dan akan terus menempuh jalur hukum untuk menindak langkah-langkah Siba Media yang dianggap merugikan.
Ju Jingyi, yang lahir pada 18 Juni 1994 di Suining, Provinsi Sichuan, memulai karier di industri hiburan sebagai anggota grup SNH48 pada 2013 melalui pertunjukan teater “Goddess of the Theater”. Ia kemudian dikenal luas melalui drama fantasi Novoland: Castle in the Sky pada 2016 dan membintangi sejumlah drama populer seperti Legend of Yunxi, Hot Blooded Youth, dan adaptasi terbaru The Legend of the White Snake.
Sampai saat ini, konflik antara Ju Jingyi dan Siba Media masih berlangsung secara terbuka, dengan kedua pihak saling mengklaim memiliki bukti dan dasar hukum untuk mendukung pernyataan mereka, sementara publik mengikuti perkembangan melalui media sosial.










