Database Artis AI iQIYI: Chen Zheyuan, Zhang Ruoyun, Wang Churan hingga Li Yitong Bantah Beri Izin Penggunaan AI

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Isu mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) di industri hiburan Tiongkok kembali menjadi sorotan setelah beredar kabar di media sosial Weibo mengenai dugaan adanya “database artis AI” yang dikaitkan dengan iQIYI.

Dalam kabar yang beredar tersebut, sejumlah nama aktor disebut masuk dalam daftar yang dikaitkan dengan sistem AI, termasuk Chen Zheyuan, Cheng Lei, Zeng Shunxi (曾舜晞), serta beberapa nama lain yang kemudian ikut ramai diperbincangkan publik.

Perhatian publik terhadap isu ini juga meningkat setelah CEO iQIYI, Gong Yu (龚宇), membahas arah perkembangan industri film dan drama di masa depan. Ia menyebut bahwa produksi dengan aktor manusia bisa menjadi semakin jarang dan bahkan berpotensi dipandang sebagai “warisan budaya tak benda”, meskipun tidak berarti akan sepenuhnya tergantikan.

- Advertisement -

Namun, di tengah ramainya perbincangan tersebut, para artis yang namanya disebut dalam isu ini melalui tim masing-masing memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa tidak pernah menandatangani atau memberikan izin apa pun terkait penggunaan wajah maupun suara mereka untuk teknologi kecerdasan buatan dalam bentuk apa pun.

Pihak Chen Zheyuan menjadi salah satu yang pertama memberikan penegasan tersebut, disusul klarifikasi dari perwakilan artis lain seperti Zhang Ruoyun, Wang Churan, hingga Li Yitong, yang menyatakan hal serupa bahwa tidak ada otorisasi penggunaan identitas mereka untuk keperluan AI.

- Advertisement -

Isu ini kemudian memicu diskusi lebih luas di publik mengenai batas etika penggunaan teknologi AI di industri hiburan, terutama terkait hak atas wajah, suara, dan identitas digital para artis di era teknologi yang berkembang pesat.

Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments