LayarHijau.com – Pernyataan Liu Yuning tentang kecerdasan buatan (AI) yang disampaikannya sekitar dua bulan lalu kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapannya kembali viral setelah muncul polemik terkait program “AI artis” yang diumumkan oleh iQIYI.
Dalam wawancara tersebut, Liu Yuning mengungkapkan bahwa ia sudah cukup akrab dengan penggunaan AI dalam proses kreatif. “Saya sendiri menggunakan banyak aplikasi AI, termasuk untuk musik dan film. Saya bahkan pernah membuat satu proyek komik animasi dengan AI hanya dalam satu hari,” ujarnya.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Ia menilai perkembangan AI adalah tren yang tidak bisa dihindari. “Soal apakah ini akan merebut pekerjaan manusia atau tidak, itu hal lain. Tapi ini adalah arah perkembangan zaman, tidak bisa dihentikan. Kita tidak bisa terus mempertahankan cara lama,” katanya.
Namun, yang kini kembali disorot publik adalah pernyataannya terkait pilihan proyek di masa depan. Liu Yuning mengakui bahwa ia mulai mempertimbangkan untuk menghindari pekerjaan yang berpotensi bisa digantikan oleh AI.
“Kalau ke depannya saya menerima proyek drama, mungkin saya akan memilih untuk menghindari bagian-bagian yang bisa dilakukan AI. Saya perlu mempertimbangkan, seperti apa AI itu, dan apakah pekerjaan yang saya lakukan bisa digantikan olehnya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut terasa semakin relevan setelah Gong Yu, CEO iQIYI, pada 20 April 2026 mengumumkan bahwa platform tersebut telah mengembangkan sistem AI sendiri dan menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 artis. Program ini memungkinkan data wajah serta citra penampilan artis digunakan untuk menghasilkan konten berbasis AI.
Beberapa nama yang disebut mencakup Chen Zheyuan, Cheng Lei, Zeng Shunxi, Jiang Long, dan Ma Su.
Namun, polemik muncul setelah sejumlah pihak memberikan klarifikasi. Perwakilan dari Chen Zheyuan, Wang Churan, Zhang Ruoyun, dan Li Yitong dilaporkan membantah bahwa mereka telah memberikan izin apa pun untuk penggunaan data mereka dalam proyek AI tersebut.
Menanggapi hal ini, pihak iQIYI menegaskan bahwa “bank artis AI” yang mereka kembangkan hanya menunjukkan adanya kesediaan untuk bekerja sama, bukan berarti seluruh data artis digunakan tanpa persetujuan rinci.
Di tengah polemik tersebut, pernyataan Liu Yuning yang sebelumnya mungkin terdengar sebagai pandangan pribadi kini terasa semakin relevan. Ucapannya mencerminkan kesadaran para pelaku industri hiburan bahwa AI bukan lagi sekadar tren, melainkan perubahan besar yang mulai memengaruhi cara kerja dan pilihan peran di dunia akting.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


