LayarHijau.com – Platform streaming iQIYI menjadi sorotan setelah dikabarkan menandatangani perjanjian otorisasi dengan sekitar 100 aktor untuk pengembangan “artis AI”. Kesepakatan tersebut mencakup penggunaan wajah, suara, dan data performa para aktor, termasuk nama-nama populer seperti Chen Zheyuan, Cheng Lei, dan Zeng Shunxi, yang kemudian digunakan untuk membangun versi digital mereka dalam produksi drama berbasis AI.
Dalam laporan yang beredar, iQIYI disebut menggabungkan data para aktor tersebut dengan teknologi motion capture untuk menciptakan karakter digital yang dapat digunakan dalam film dan serial televisi. Sistem ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan basis data “artis AI” untuk produksi konten di masa depan.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Langkah tersebut langsung memicu perdebatan di publik. Sebagian penonton menilai hasil karakter AI terlihat tidak natural dan memberikan kesan “aneh”. Di sisi lain, sejumlah pakar hukum mengingatkan bahwa penggunaan wajah dan suara dalam bentuk digital tetap membawa risiko hukum, terutama terkait hak potret dan hak suara, sehingga proses persetujuan kontrak perlu dilakukan secara hati-hati.
Menanggapi hal ini, CEO iQIYI Gong Yu menjelaskan bahwa sistem ini merupakan bentuk “transfer performa”, yakni proses digitalisasi aktor untuk digunakan dalam konten AI dengan tetap mempertahankan karakteristik asli mereka.
Ia menegaskan bahwa penggunaan data tersebut tetap berada dalam kerangka perjanjian resmi. Hak atas citra dan versi digital aktor tetap dikelola oleh agensi atau perwakilan masing-masing, dan hanya berlaku untuk proyek tertentu yang telah disepakati.
“Ini tidak berbeda dengan proses produksi biasa. Aktor tetap membaca naskah, memilih proyek, dan memutuskan keterlibatan bersama tim mereka,” jelasnya.
Gong Yu juga menilai bahwa perkembangan AI akan membawa perubahan besar dalam industri hiburan, termasuk efisiensi biaya produksi dan peningkatan jumlah karya. Namun ia menegaskan bahwa aktor manusia tetap dibutuhkan dalam karya berkualitas.
Sebelumnya, iQIYI telah meluncurkan platform AI bernama “纳逗Pro” (Nadou Pro) yang mendukung proses produksi dari tahap penulisan naskah hingga hasil akhir. Fitur “IP library” dan “artis library” di dalamnya menjadi bagian dari ekosistem pengembangan artis AI tersebut.
Dalam acara iQIYI World Conference, Gong Yu bahkan menyebut bahwa produksi film dan drama dengan aktor manusia di masa depan bisa menjadi semakin jarang, meski tidak akan sepenuhnya hilang.
Update 16:48: Pihak Chen Zheyuan membantah memberikan izin untuk penggunaan AI apapun. Cek beritanya di sini.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


